WIENDA WEIN »

Rabu, 26 Juni 2013

The Life After High School



Setelah lulus dari SMA, datanglah kehidupan yang “REAL” buat gue. Tapi, gue rasa gue belum sepenuhnya matang untuk hidup real itu. Sifat keanak sekolahan gue masih ada di diri gue. Haha, jadi inget deh dulu saat sekolah, males banget sama yang namanya bangun pagi dan musti ke sekolah. Sekarang, gue merindukan masa-masa itu. Dimana dari pagi sampe siang selalu ada banyak temen yang gokil-gokil.
Kegiatan gue setelah lulus sedikit lebih bikin cape dibandingkan saat gue masih sekolah. Gue masih tetap ngajar dan ngebina Dance Crew gue “Hustler Dance ID”, ngajar English Club, ikut dance diluar crew, gym, dan lain-lain. Gue leave home setiap hari itu dari pagi dan back home biasanya jam 9-11 malam. Pada dasarnya, gue juga bukan orang yang betah diam dirumah, gue rasanya tuh mau terus-terusan pergi dan mencari hal baru. Hahaha, maklum, orang lapangan.
Sejauh ini, gue merasa banyak hal yang gue pelajarin dan gue rasain. Bener ya, semakin dewasa itu semakin banyak rintangan yang harus dihadapin, yang harus diselesaikan. Beruntunglah orang-orang yang masih muda dan dibawah umur. Mereka harus menata hidup lebih rapih untuk masa depan yang lebih baik. Gue ngga menyesal atas masa lalu gue, dan gue rasa kayaknya gue menyesal  cuma setaun sekali deh, hahaha, atau mungkin setengah kali. Gue type orang yang lebih membiarkan segala mengalir adanya. Gausah diambil ribet.
Banyak yang merasa hidup gue itu asik dan menyenangkan, bisa keluar-keluar dan pergi kemana aja. Melihat gue santai dan bisa dengan mudahnya cuek, banyak temen. Ohh, Nobody knows within oneself’s heart and mind. Yang bikin semua beda itu Cuma cara pandang aja kok J
Well, gue berharap… dengan berakhirnya masa pendidikan formal12 tahun gue ini. Gue bisa menjadi manusia yang lebih baik dan berguna untuk orang-orang disekitar gue, dan bisa mencapai apa yang gue inginkan. Ameen. Allah selalu memberkahi kita semua.

Rabu, 24 April 2013

We Are All Beautiful



So many people think that outlook is the most important thing. Well, it’s actually not. Looks can be deceiving. I am going to talk about human’s outlook, not other things. We were born to be ourselves, and we are all beautiful in our ways. We have got to remember that nobody’s perfect. Some people have dark skins, bright skins, curly hair, straight hair,  thin body, fat body, and many more, and they are beautiful in their ways. We can’t compare someone’s beauty with others’, because we are all beautiful.

So many people only go for look, and I think it’s really stupid. The real most important thing is “inner beauty”. It’s really suck when someone has beautiful outlook but they have bad attitude and do bad things. When you have good attitude, you’ll have a good outlook.

Don’t be proud of yourself when you have a good body, good face. Because we are growing up and getting older then these things will change. But inner beauty, will never change. It’s better to have a bad outlook but having good attitude, than having a good outlook but having bad attitude.


There are 3 kinds of beauty : 1. Outer beauty 2. Inner beauty, and 3. The both.

-          - When you have outer beauty , people just can enjoy your look, but they can’t enjoy being with you because you don’t have good attitude. They will be with you or come to you only when they need you for something that needs ‘outlook beauty’.
-          - When you have inner beauty, people can feel it and enjoy being with you, however the conditions. People will love how you treat them because you have good attitude. Your inner beauty will shine out of your face and you'll always look beautiful.
-          - When you have outer and inner beauty, you need to keep it balance and be with good people. So people will be the real “people” for you, not only go for your look.

The conclusion is “we are all beautiful” (except in the eyes of insecure :/ ).
So, which one are you?

Jumat, 08 Maret 2013

Live It Or Die

So many things i have been through and my family doesnt know all of them. Bisa dikatakan gue adalah anak yang paling rebel di keluarga gue, dan itu juga penilaian yang pernah dikatakan oleh mama gue sendiri. Terkadang gue sedih, tapi gue juga berfikir, ngga ada gunanya gue sedih terus dan ngebiarin semuanya kaya gini. Gue harus live my life to be a better one. Ngga perlu semua hal gue kisahkan ke keluarga gue ataupun teman-teman gue. Gue biarkan mereka judge gue dengan pandangan-pandangan mereka. Mereka ngga tau apa yang sedang gue jalani dan fikirkan, apa yang gue sudah jalani dan sudah gue difikirkan.
Terkadang merasa muak banget dan ingin rasanya kasih tau semua hal yang udah gue pendem baik-baik ini. Tapi, itu semua ngga mungkin, belum saatnya mereka semua tau gimana kisah hidup gue yang sebenernya. Entah mereka bakal drop dead or something kalau seandainya mereka tau.
Sekarang pilihannya, mau gue mati sia-sia atau terus usaha untuk membangkitkan hidup ini? Simple.