WIENDA WEIN »

Rabu, 19 Desember 2012

Warna Warni Kehidupan

Hidup ini penuh dengan warna dan warna-warna itu adalah hasil dari apa yang telah kita torehkan pada kertas kehidupan. Umur gue udah 18 tahun dan 1 semester lagi gue akan meninggalkan bangku sekolah menengah. Kalau flashback kehidupan dari masa kecil seru rasanya. Banyak banget pahit dan manis yang udah dilewatin.
Kehidupan gue saat ini sedang dalam masa-masa super labil, ya mungkin ini wajar karena gue 18 tahun, masih proses pembuatan jati diri. Ada Hustler Dance yang dimana gue sendiri owner dan pelatihnya (dengan 2 kawan terpercaya untuk bantu melatih saat gue ada halangan). Hustler Dance awalnya terdiri dari beberapa cowo dan kini tinggal cewe-cewe yang jatuh cinta dengan hip-hop. Ada UNO English Club yang dimana gue menggantikan posisi Mrs. Burdah Darlina, M.Pd untuk mengajar dan bertanggung jawab akan UNO English Club. Kita belajar Bahasa Inggris dengan menyenangkan dan beda banget dengan kursus-kursus dan pengajaran formal Bahasa Inggris lainnya. Metode ini gue terapkan karena disamping mengajar Bahasa Inggris, gue juga siswa biasa, gue ngerasain gimana ngga enaknya dan ngga efektifnya pelajaran normal Bahasa Inggris, jadi di UNO gue pakai sistem yang fun dan ngga boring.
Ada Casanova DJ Course yang berperan penting dalam gue mempelajari bagaimana untuk menjadi Disc Jockey, mengenal musik lebih dalam, dan kekeluargaan yang asik, juga dalam memahami kehidupan malam yang kebanyakan orang berfikir negatif akan ini.
Ada juga kawan-kawan yang berasal dari berbagai kalangan yang membuat hidup gue warna-warni. Gue ngga peduli siapa dia, bagaimana dia, pola pikir dia, yang penting gue bisa nyaman dan bisa dapet pelajaran akan lingkungan sekitar gue yang sebenarnya. Remaja yang dianggap serem pun jadi mengasyikan. Kehidupan beranjak dewasa yang dianggap makin sulit juga menjadi fun dengan pola pikir yang open.
Gue ga peduli mau dia tukang tipu, pemakai narkoba, PK, para anak-anak broken home, mantan napi, prostitute, model, artis, anak pejabat, tukang hajar, anak culun, anak kuper, presiden dari suatu organisasi atau apapun, gue senang berteman dengan semuanya. Beradaptasi adalah sebuah tantangan yang mengasyikan, juga agar gue ngga mandang sebelah mata akan sebuah lingkungan.
Tapi, ada satu kekurangan gue yang sedikit sulit untuk gue ubah, yaitu terlalu mudah nyindir. Ya, itu bisa bermakna gue memandang sebelah pihak dan ngga mau fikir panjang. Tapi, itu gue katakan setelah gue berfikir berkali-kali dan benar-benar sindiran yang bagi gue tertuju pada hal yang abnormal.
Gue sering terlihat bodoh pada banyak permulaan, but see, setelah gue bisa tangkap, gue bisa jadi orang bodoh yang ternyata awal kebodohan gue itu adalah cara gue mempelajari sesuatu yang benar-benar dari dasar, sedasar mungkin, remehkan if you wanna get offended :D *sombooong*
ahh, pokoknya gue merasakan pentingnya memahami kehidupan, memahami kalau berkawan banyak itu menyenangkan :)

0 komentar:

Posting Komentar