WIENDA WEIN »

Jumat, 30 November 2012

HIV, AIDS, dan ODHA

Kamis, 29 November 2012 ada seminar yang amat sangat berguna di Fakultas Kedokteran UIN Jakarta.Seminar yang diadakan untuk memperingati hari AIDS sedunia ini dihadiri oleh siswa dan siswi dari SMA dan SMP terpilih se-Jakarta selatan dan Tangerang selatan. Banyak sekali pengetahuan yang super duper bermanfaat dari acara seminar ini mengenai HIV dan AIDS. Banyak orang yang memiliki pandangan buruk terhadap ODHA (Orang Dengan HIV AIDS). Mereka tidak sepantasnya untuk mendapat pandangan buruk tersebut, yang mereka butuhkan adalah dukungan semangat dari orang sekitarnya. Dukungan tersebut akan menebarkan energi positif kepada ODHA untuk terus bersemangat dan bergairah untuk menjalani hari-harinya yang rawan dengan keputus asaan. Banyak juga mitos-mitos yang beredar mengenai HIV AIDS. HIV (Human immunodeficiency virus) hanya bisa menyerang manusia (human) dan tidak dapat ditularkan melalui hewan. Contohnya, HIV tidak dapat menular melalui gigitan nyamuk. Mitos lain, penularan HIV melalui tusuk gigi yang dicemari oleh ODHA pendendam. Jelas saja tidak, virus ini akan mati saat terkena udara. HIV hanya dapat menular melalui hubungan seks yang tidak aman, jarum suntik yang tercemar, dan ODHA sejak lahir karena ibunya menderita HIV. HIV tidak akan menular melalui bersin ataupun bersalaman langsung dengan ODHA. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh (immune system) dan membuat penderita menjadi lebih rentan sakit dibandingkan dengan non-ODHA. ODHA harus meminum obat yang membantu menekan pertumbuhan virus setiap 12 jam dan obat tersebut diberikan secara cuma-cuma oleh pemerintah. Banyak sekali stigma mengenai ODHA. Kurangnya pengetahuan mengenai HIV AIDS lah yang membuat stigma-stigma tersebut bermunculan dan mengakar pada masyarakat luas. Jauhi virusnya, bukan orangnya :)
Sebarkan energi positif dan pemahaman yang baik mengenai HIV, AIDS, dan juga ODHA. Kalau bukan dari kamu yang menebarkan fikiran positif, siapa lagi?
Selamat Hari AIDS sedunia :)

Selasa, 13 November 2012

Immature Mates

Apakah ini salah untuk jadi diri sendiri?  Kenapa orang-orang dengan gampang memberikan penilaian buruk kepada orang lain dan buta akan kekurangan diri sendiri. Gue ke temen-temen gue dimanapun sama, ga berubah. Gue masih wienda yang dulu dan gue tau apa yang gue  lakukan. Jangan karena gue ngga fit to your idea, jadi gue musti diomongin dan dijauhin. grow up! ngga segala hal harus sesuai dengan yang lo inginkan. Toh kalian juga ngga tau kan apa aja aktivitas gue. Setidaknya waktu gue ngga gue habiskan untuk pacaran atau beradu ungkapan sayang.
Kekecewaan gue juga ada pada salah satu teman gue yang kemakan emosi. Dengan gampangnya menyatakan keluar dari Hustler saat emosi dan melempar buku yang menjadi tanggung jawab dia. Benar-benar immature dan memalukan! Tapi, biarlah... dia juga bakal liat apa yang baru aja dia tinggalkan.
Sebelumnya,gue nulis note di facebook tentang gimana temen-temen gue berubah. Bisa diliat kan? apa iya gue menjauh dari orang-orang yang gue maksud atau gue menghakimi mereka? ngga kan? gue bertingkah biasa aja. Tapi, ketika gue main sama yang lain dan penilaian buruk tiba-tiba datang dan mencoba menghakimi gue. Sebelum lo memberikan pencerminan kepada orang lain, tolong bercermin dahulu. Jangan egois. Ketika lo punya sesuatu dan sesuatu itu terus sakit karena lo dan lo bermain bebas dengan hal lain, lo bisa memaklumi itu. Tapi saat sesuatu itu mulai melakukan perpindahan dan bermain dengan hal lain, lo malah marah dan ngga terima. Apa itu adil?

Kamis, 08 November 2012

Jujur dan Jujur

Gue semakin dewasa, gue sadarin itu. Sebentar lagi umur gue 18 tahun. Gue ngga nyangka banyak hal pedih dan segar yang udah gue lewatin atau mungkin sedang gue lewatin. Gue sadar, saat gue berumur lebih tua nanti, gue akan berfikir hal yang gue fikirpada masa ini kaya anak kecil atau immature.
Yang gue rasa, hidup gue kali ini naik turun. Yang gue kedepankan  tetep, jujur, sikap jujur dan ngga kemakan sama emosi negatif gue. Sering datang perasaan putus asa dan rasa ingin hidup ini berakhir, tapi gue sadar itu hanya emosi sesaat aja.
Gue kadang bingung, gue udah ngelakuin hal sejujur mungkin dan ngga ceroboh. Tapi timbal balik yang gue dapetin malah kaya gini. Gue sering dibohongin dan gue megang fakta-faktanya. Gue sebenernya dilemma, apa gue harus terus pura-pura ngga tau atau gue coba bicara pelan-pelan? Gue ngga bohong tapi situasi yang membuat seakan gue pengkhianat besar dan penipu. Padahal gue udah coba review hal apa aja yang gue katakan dan gue buat. Gue masih inget dengan jelas dan memastikan itu semua baik-baik aja DAN ngga bohong. Tapi yang ada malah kaya gini, kejujuran versus kebohongan. Gue akan terus jujur karena gue tau kalau bohong itu akan bawa petaka, cepat atau lambat. Temannya jujur adalah tabah dan sabar. Gue pasti bisa, kuncinya 1, JUJUR.
Kadang pernah kita mencoba berbuat baik tapi malah disalah artikan dan malah dirugikan dan diberitakan yang ngga-ngga. Kalau sedang mendapati hal yang kaya gitu, yang terampuh hanyalah bersikap tenang dan terapkan jujur dalam-dalam, jadi diri sendiri, bukan mengada-ada kehidupan. Hidup itu indah kalau kita terapkan dengan banyak nilai estetika. Kalau hidup ngga terasa indah, berarti kita kurang menanami nilai estetika itu, atau kita memaksakan keindahan yang emang ngga fit di tabung keindahan dalam hidup.
gue harus terus berfikir positif dan tenang. Gue udah hampir. Gue ngga boleh kemakan emosi negatif. Harus jadi diri yang pemaaf dan ikhlas. Juga memahami kalau setiap orang memiliki karakter dan pandangan hidup yang berbeda-beda.