WIENDA WEIN »

Senin, 17 September 2012

a little note at 8:40pm

seandainya tau tentang keadaan sesungguhnya. terlalu banyak yang gue sembunyiin. masalah gue untuk orang lain mungkin bisa dianggap kecil dan disepelekan. setiap orang punya pandangan yang berbeda-beda akan hidup, jangan berharap semua orang harus fit to your idea. gue 17 tahun sekarang, gue tau ini masa-masa yang ngga stabil, gue sadar itu. gue mencoba untuk live my life to the max, as good as i can, selagi gue masih bisa bernafas dan jantung gue terus berdetak. Gue terlihat begitu aktif  karena segala macem kegiatan gue ikutin, gue selalu mikir, selagi gue masih bisa, gue gamau sia-siain, walau resiko berat, tapi gue tetep jalanin. Gue gatau sampai kapan semua semangat ini akan terus hidup, tau kan maksud gue? mana ada yang tau kapan kita mati. ada hal yang gue tau gue sendiri ga bisa berhentiin karena gue belum punya penghasilan sendiri,  yang gue tau.. gue harus nikmatin semua ini, sekali lagi, walau resiko berat. Kalau gue terus-terusan sedih dan kacau, yang ada gue makin down dan benar-benar berhenti. Berhenti dari hal yang orang-orang harapkan untuk diberi kelapangan dan periode yang lama.gue bahagia punya temen-temen yang baik sama gue, yang care, bisa jadi keluarga kesekian gue saat gue butuh naungan untuk melepas penatnya hidup.
prestasi-prestasi yang gue raih gue juga ngga bisa banggain, orang yang gue sayang belum gue liat bangga akan itu semua, buat apa gue bangga? sungguh, gue pengen mendedikasikan hidup ini seutuhnya buat kebahagiaan mereka, tapi... semua yang nyakitin itu yang bikin gue terus rapuh.
ini berlebihan? kekanakan? pendapat orang beda-beda, gue fahamin itu, gue juga ngga mungkin merubah mind gue hanya karena kritikan 1 orang dan berubah hanya untuk bikin diri gue bagus di depan dia aja karena gue udah sesuai dengan yang dia mau. No fuckin way.

Semoga Tuhan memberikan kelancaran dan kemudahan dunia dan akhirat. Kalau sehat itu tidak mungkin lagi, apa gundah gulana akan memberi kesehatan? :)
Untuk sahabat, teman satu perjuangan seminggu di gedung beribu bangku yang telah pergi melewati perjuangan pedihnya darah dan daging tubuh sendiri, semoga damai di sisi-Nya. Senyum untuk semua two-faced people yang menutup pedihnya diri seiring berdetaknya jantung, berpura tertawa dalam jeritan. 4 tahun berperang dengan ini, gue pasti bisa.