WIENDA WEIN »

Sabtu, 07 Juli 2012

WOMM #2 Summer Holiday (Whats On My Mind)

Liburan kali ini gue dapet cuti 3 minggu. Hal ini bukan berarti gue free dari OSIS and stuffs, hanya cuti belajar efektif di kelas. Pada awal-awal liburan, gue merasa amat sangat bosan. Sempat pernah di salah satu hari di minggu awal liburan, gue hampir mau nangis karena seking bored-nya dan ngga tau mau ngapain. Butuh banget kegiatan.

Di minggu kedua, gue mulai ada kesibukan. Pada hari senin gue full menenangikan fikiran dirumah. Pada hari selasa gue pergi ke Poin Square Lebak Bulus bersama sahabat kecil gue, Chube. Namanya unik yah? Nama itu terinspirasi dari chiki gope-an yang biasa ada di warung-warung, Chuba. Disana gue membeli kue untuk hadiah temen gue ulang tahun dan membeli beberapa peralatan yang berhubungan dengan organisasi dan hobby gue, map, pulpen, agenda, buku telepon. Buku agenda gue entah udah berapa kali ganti-ganti. Gue punya kebiasaan buruk dari kecil, yaitu setiap saat melihat notebook dan sejenisnya, pasti ngebet mau beli. Walaupun pada akhirnya ada yang kepake dan ada yang ngga. Di restoran A&W gue dan Chube menghabiskan waktu berjam-jam untuk bercerita-cerita dan bertukar fikiran tentang hidup. Setelah menjelang maghrib, gue segera pergi ke rumah temen gue untuk merayakan pesta ulang tahunnya.

Pada hari rabu gue pergi ke TIDAR bersama salah satu anggota Khatulistiwa Muda, Kahfi. Perkiraan gue sampai saat ini, dia sepertinya anak yang pintar. Dia kuliah di Universitas Indonesia jurusan Kriminologi. Di Tidar gue menjadi pendengar yang agak setia. Walau kadang gue agak gemes dengan Ka Kahfi karena kalau ngomong suka ada kalimat atau kata yang seakan nyangkut di lehernya. Mungkin nervous atau emang bawaan orok, entah. Oh ya, teman gue Stephanie juga nginep dirumah gue pada hari itu, jadi dia gue tinggal dia di rumah gue selama gue pergi ke Tidar. Pada hari kamis, gue mengantar Stephanie sampai Gaplek untuk pulang, di jalan dan di rumah gue kita bicarakan masalah masa depan. Gue sama dia berkomunikasi dengan menggunakan bahasa inggris, no indonesian. Di siang harinya, gue memimpin rapat OSIS yang diadakan di rumah gue, kita membicarakan MOPD yang akan segera berlangsung.

Pada hari jumat, gue ada panggilan dadakan oleh kepala sekolah untuk segera ke sekolah untuk suatu kepentingan. Ternyata ada undangan untuk Jamboree Kewirausahaan Nasional yang diadakan di Asrama Haji Pondok Gede, acara itu akan diadakan pada tanggal 13 juli sampai 16 juli 2012, jadi gue ngga bisa untuk mengurus MOPD pada hari awal, siangnya gue langsung berangkat ke Karawaci untuk mempersiapkan untuk lokakarya dikeesokan harinya. Hari yang melelahkan, namun cukup untuk mengisi sedikit pengalaman. Pada hari sabtu, gue meninggalkan rumah pada jam 05.30 pagi menuju Karawaci lagi untuk acara lokakarya. Disitu gue ketemu Bang Reno, Ka Diah, Ka Kahfi dan Ka Ucup. Ka Kahfi selalu menggunakan pakaian yang rapih dan enak dipandang. Doesn't mean i like him or something, i am just complimenting him.

Pada saat persiapan untuk lokakarya, gue merasa canggung dan bingung harus ngapain. Rasanya ngga cukup kalau cuma ngebantu dikit. Di acara itu gue juga kenalan sama beberapa anak. Gue cukup senang dan bahagia, saat disuruh mengarang mengenai apa gue dalam waktu 5 tahun, gue menulis :

Dalam waktu 5 tahun kedepan, saya akan berada di suatu tempat yang jauh dari tempat kelahiran saya. Saya akan tersenyum memandang beberapa buku yang didepannya tertera nama saya, tersusun rapih di rak buku. Saya akan mengambil pena dan beberapa lembar kertas untuk mulai menggoreskan kata-kata lagi, mengingat dan mengenang apa yang saya lakukan 5 tahun silam; Berada di sebuah tempat disebelah kota kelahiran saya, disaat seorang penulis terkenal memotivasi beberapa calon penulis masa depan untuk terus berkarya, berkarya dan berkarya. Disitu saya duduk dengan tenang menyimak dan bermimpi akan masa depan. Mimpi itu sudah berada di depan saya, tersusun dalam lembaran-lembaran buku. Masa depan yang indah.


dan alhamdulillah, tulisan itu masuk kedalam 10 besar :) beberapa saat kemudian, gue menulis lagi karangan. Telah diberikan 5 kosa kata dan harus bisa membuat paragraf dengan kata-kata tersebut;

*manis *senja * sungai *main *kopi

Senja yang indah, Emma melangkahkan kakinya menuju tempat biasa ia menenangkan dirinya, di tepi sungai bitter. Nama sungai yang agak aneh, memang, namun memiliki sejarah yang mendalam.
Emma duduk di bawah pohon yang rindang, membuka buku diary-nya dan mulai bermain dengan kata-kata yang berlari-lari dari hatinya. Segala keluh kesah ia curahkan kedalam buku diayr pemberin pamannya yang telah gugur dalam perang saudara yang terjadi bulan lalu.
Teringat akan kenangan masa lalu saat ia duduk di teras rumah bersama pamannya, membicarakan hal-hal yang membuat Emma tak sabar akan masa depan. Secangkir kopi tidak cukup untuk mendurasikan pembicaraan mereka. Pembicaraan mereka memakan waktu yang lama dan berkali-kali membutuhkan Emma untuk kedapur, menuangkan kopi lagi, berharap agar obrolan dengan pamannya tak akan berhenti. Emma suka berimjainasi akan masa depan. Momen yang manis untuk diingat.



 Di kesempatan selanjutnya, Daeng Khrisna telah menyediakan 2 tokoh yang  dimana peserta bebas menentukan jalan cerita, karangan dibentuk dalam sinopsis;

Laki-laki, 26, eksekutif muda, ditinggall mati istri
Perempuan, 25, ditinggal pacarnya

"Love in The Hopelessness"
Andi, 26 tahun, seorang eksekutif muda yang percaya bahwa tidak akan ada kebahagiaan setelah ditinggal mati oleh istrinya 1 tahun lalu. Dan Dina, perempuan brumur 25 tahun yang berfikiran sempit, berfikir tidak ada lagi laki-laki yang dapat singgah dihatinya yang baru saja terluka.
Nobody knows within the future.
Tuhan mempertemukan mereka dan menerbalikan pandangan-pandangan suram mereka menjadi 180 derajat. Segalanya berubah, Andi tidak dapat berhenti memikirkan perempuan yang ia temui di toko kaset, dialah Dina. Begitupun Dina, ia terus memikirkan laki-laki metroseksual yang ia temui di toko kaset, andi. Cinta pada pandangan pertama. Mereka tidak dapat memungkiri kenyataan yang mereka pijaki. Keinginan besar terpendam pada hati Dina, berharap waktu dapat diputar kembali, atau pergi mencari laki-laki otu dan berharap hidup 1000 tahun lagi.
Dan darah itu mengalir keluar dari hidungnya, lagi.

Dan lagi, karangan itu masuk kedalam 3 besar. Alhamdulillah, cukup bahagia dan memotivasi.
Sepulang dari lokakarya, pasukan khatulistiwa muda meluncur ke Warung Boenda untuk rapat. Karena gue ngga membawa kendaraan, akhirnya gue menumpang di mobil ka ucup bersama dengan Daeng Khrisna dan satu orang perempuan yang gue ngga kenalin namanya. Di Warung Boenda kita ngomongin banyak hal dan gue mencoba untuk mengerti semua itu.

Bang Reno mengeluarkan nasihat-nasihat dan kata-kata penyemangat. Itu yang gue tunggu-tunggu! Gue suka disaat gue mendapatkan siraman motivasi dan cara pandang yang lebih simple dan masuk akal. Jarang ada orang yang gue temuin  memiliki pemikiran seperti itu, rata-rata memikirkan diri sendiri. Gaya bicaranya santai, bukan galak, tapi tegas. Gue kagum akan semangatnya. Tuhan selalu menyertaimu, Bang Ren! Teruslah bakar semangat kami! Agar kami terbakar membara menghanguskan rasa pengecut dan putus asa kami dan tumbuh menjadi semangat baru.

Pulangnya, dikarenakan ngga ada angkutan umum dari depan Warung Boenda, akhirnya gue menumpang di taksi yang disewa Daeng Khrisna. Saat sampai di Palm Semi, ternyata ngga ada bis yang ke Blok M dan dengan sangat baik Daeng Khrisna mengantar gue sampai ke daerah Fedex, Pondok Pinang. Semoga Tuhan selalu menyertai kesuksesan bersama beliau. Di taksi gue nanya-nanya beberapa hal tentang menulis sama beliau, menyenangkan, beliau juga lucu orangnya, berjiwa MUDA.

Minggu kedua Summer Holiday ini lumayan menyenangkan ... Tuhan melindungi dan menyayangi semua orang yang hadir pada minggu kedua Summer Holiday gue ini. Amin.

Senin, 02 Juli 2012

WOMM #1 Summer Holiday (Whats On My Mind)

Sabtu, 30 Juni 2012, adalah hari yang udah gue tunggu-tunggu. Gue menantikan hari itu karena gue penasaran sama yang namanya "Khatulistiwa Muda". Gue lebih sering pergi kemana-mana bareng sama temen. Tapi, entah kenapa pada hari itu ngga ada satu teman pun yang lagi free dan Papa gue entah pulang kapan. Gue menanti Papa gue karena gue mau minjem motornya. Gue tunggu sampe jam setengah 3-an dan Papa gue belum pulang juga. Dengan ragu gue sms Bang Reno, he is a founder of Khatulistiwa Muda. Gue kasih tau beliau kalau gue ragu, entah bisa datang atau ngga. Guess whats next?!! Ternyata kumpulnya bukan hari Sabtu, melainkan hari Minggu, 1 Juli 2012. Fair Enough, agak ceming dan super lega. Gue berharap dikeesokan harinya gue bisa datang dan membawa teman. Setidaknya ada teman untuk ngobrol di jalan.

Keesokan harinya, gue bangun jam 11 dan segera mengirimkan pesan singkat gue ke temen-temen gue yang baik hati, tidak sombong, rajin menabung, pintar menjahit dan pandai berpacaran. Dari semua balasan yang gue terima, gue bisa menyimpulkan, sebagian besar dari mereka telah memiliki kesibukan masing-masing dan ada juga yang nggak memiliki ketertarikan akan hal yang menarik-narik hati dan rasa ingin tahu gue ini, Khatulistiwa Muda.

Gue sempet ragu, Whether i should go or just stay home. Gue ngga ada temen untuk pergi. Ada beberapa temen yang bisa, tapi mereka nggak mau pulang malam dan ada juga yang bisa, tapi, maunya berangkat sore. Ini ngga sesuai banget dengan yang gue harapkan kemarin. Gue kirim pesan singkat lagi ke Bang Reno, dengan kata-kata yang hampir sama kaya kemarin, tapi kali ini ditambahkan "tidak ada teman", kesannya kayak gue lonely girl banget ya? hahahhaa. Temen banyak, tapi jarang banget yang sejalan, rata-rata temen gue lebih pada suka jalan untuk senang-senang, apalagi kalau ada unsur cinta-cintaannya. Mereka akan menomor satukan dan menunda kesibukan mereka yang lainnya. Mungkin itu cara mereka untuk menghidupkan masa remaja mereka, bermain dengan cinta :) Awwwwwww :* Gue mending main sama kucing-kucing gue dan berbagi kasih dengan mereka (but i am not a zoophilia, lol).

Khatulistiwa Muda akan berkumpul dari jam 2 sampai jam 5 di bantaran kali Cisadane. Sampai jam setengah 2 pun gue belum melakukan persiapan apapun untuk pergi karena gue merasa sangat canggung untuk pergi. I was like, "Gue? Wienda? Akan pergi kesuatu tempat yang jauh dan entah dimana itu dan sendirian. Sendirian? Sendirian? SENDIRIAN??". Kaka gue, orang yang membuka gue link menuju Bang Reno, dkk, ngasih tau gue untuk pergi sendirian. Sebenernya gue ragu, canggung dan entah... I am lost. Hahaha, too much.

Dalam keraguan gue itu, hape gue bunyi, ada SMS dari Bang Reno:
Indonesia begini luas. Ke Tangerang kamu masih canggung. Misi kami Unify The Citizens of The World loh. Ikutin aja petunjukku kemarin, dijamin nggak nyasar. Malah dijemput.
 Kata-kata itu ngga ajaib, tapi agak sedikit bikin gue mikir, "Iya, ya? Ke Tangerang gue canggung, gimana kalau gue ke tempat yang lain. Sedangkan Tangerang itu belum seberapa dari luasnya dunia dan gue sendiri memiliki mimpi untuk explore the world. Lawan lah rasa takut, toh ngga ada yang mau nyulik gue, merugikan, ngabisin beras, itu juga kalau pencuiknya mau ngasih makan nasi. Masalah jalan dan tempat? Gue emang gatau, tapi, gue kan tau apa gunanya rambu petunjuk arah yang pada mejeng di pinggiran jalan, itu bukan sekedar plang bete dari pemerintah.". Oke, gue berangkat, apapun yang terjadi, gue berangkat, Tuhan pasti punya maksud dari semua ini.

Di jalanan gue menikmati rasanya dibakar matahari dan menganggap ini adalah sunbathing diatas kendaraan. Jalan demi jalan gue lewatin dan semuanya sama aja, ada belokan, bump speed, dan semua jalannya di aspal, bedanya cuma jalan-jalan ini bikin gue makin jauh dari istana gue yang baru gue tinggalin beberapa menit sebelumnya.

Setelah kurang lebih satu jam perjalanan, akhirnya gue nyasar juga. Menyenangkan ya? Nyasar sendirian. Akhirnya gue memutuskan untuk give some massage ke handphone gue yang di pagi harinya kena musibah, keypadnya gue lepas karena terlalu ngeselin. Hasil dari pijatan-pijatan gue ke handphone itu membuahkan hasil, handphone gue akhirnya ada yang menghubungi, itu adalah panggilan masuk pertama di hari Minggu ini, SELAMAT WIENDA!

Dalam kenyasaran gue itu, akhirnya ada savior datang. Dia menggunalan helm agak kehijau-hijauan dan dengan izin Tuhan gue mengikuti dia. Kalau Tuhan ngga mengizinkan, mungkin gue akan mengikuti pengendara motor yang lain, yang memiliki warna helm yang lebih nyentrik, asik, dan menarik.

Dari hasil gue mengikuti savior itu, akhirnya gue tiba di bantaran kali Cisadane yang indah. Gue belum pernah ngeliat kali seindah ini di Indonesia, Jakarta maksudnya. Gue melihat ada beberapa malaikat tak bersayap yang sedang duduk manis di atas konblok bantaran kali Cisadane, memainkan gitar dengan aura-aura cerah di sekeliling mereka. Hahaha, ngga, gue bohong! Gue ngeliat the members of Khatulistiwa Muda sedang berunding, yang jelas mereka ngga sedang ngerumpiin gue, karena mungkin mereka tau, ngerumpiin gue itu lebih bahaya dari menggunakan heroin dan mengakses pornsite, sangat adiktif. Sorry, gue bohong lagi, haha.

Dengan menggunakan tenaga eksternal dan internal, gue melupakan rasa canggung gue dan bersikap sebagai pendengar yang baik untuk mendengarkan Bang Reno melantunkan syair. Sorry, gue bohong lagi. Gue mendengarkan Bang Reno memperkenalkan Khatulistiwa Muda lebih dalam dan beliau menceritakan tentang salah satu tokoh penting Indonesia, Mohammad Hatta. Gue kenal beliau, tapi beliau belum pernah nyapa gue di facebook, twitter, dan skype. Beliau belum sempat membuat akun. Kalau seandainya gue bisa bicara sama Bapak Mohammad Hatta via jejaring sosial, Sumpah! Demi apapun! gue bakalan merasa jadi cewe terhoki di abad ini. Secara, beliau adalah orang berpengaruh di Indonesia dan berpengaruh atas kemerdekaan Republik Indonesia tercinta ini. Love you, Pak! ♥ ♥ ♥ Kita akan bertemu di surga kelak! ♥ 

Setelah gue mendengarkan dengan seksama apa yang Bang Reno bicarakan, akhirnya gue bisa berpendapat kepada diri gue sendiri, gue cukup beruntung bisa tau Khatulistiwa Muda. Gue member dari Forum Anak Daerah Tangerang Selatan, forum yang berada di bawah naungan pemerintah Tangsel, tapi forum itu sendiri kurang aktif, padahal isinya hampir seluruhnya ketua OSIS, yang aktif cuma gue dan beberapa kawan lainnya. Gue juga sempet tiba-tiba di rekrut oleh organisasi yang berpusat di Pasar Minggu, sebut saja YC. Gue hanya mendapatkan undangan di hari sebelumnya untuk mengikuti training leadership, bukan untuk jadi member mereka. Tapi, biarlah, ikuti saja. Kalau gue emang jodoh di YC pun pasti gue bakal aktif, tapi nyatanya ngga. Di saat harus kumpul, gue ada jam ngajar Bahasa Inggris di ekskul sekolah dan bikin new choreographs di salah satu club dance gue, Hustler. Gue di FAD aktif sebagai Public Relation dan di YC sebagai divisi seni dan budaya. 


Selama beberapa jam perbincangan berlangsung, gue merasa agak risih. Hal ini disebabkan pasukan Khatulistiwa Muda menyebut nama gue "Winda". Rasanya susah untuk nengok kalo dipanggil dengan panggilan itu, temen-temen gue manggil gue "Wenda" dan bahkan ada yang manggil "Wiiyeeeenda", sangat jelas dan sedikit penuh paksaan dalam pengejaan dan ada satu orang yang manggil gue "Wendah", baik secara lisan maupun tertulis, dia adalah temen sekelas gue yang paling suka nyontek sama gue saat ulangan. Gue akan nengok dengan riang gembira jika dipanggil dengan nama "Winda" oleh suara-suara yang sudah sangat akrab dengan gue, yaitu keluarga gue. Entah kenapa risih rasanya kalau bukan anggota dari keluarga dan manggil gue "Winda".


Beberapa kali nama gue disebut oleh Bang Reno untuk diberikan beberapa amanah. I was like, "Haa? You serious? Gue baru di sini, bagaimana kalau gue bingung? Tapi.. cobalah. gue belum nyoba, makanya gue gatau dan agak sedikit takut", yang bisa gue lakuin hanya senyum dan mengangguk mencoba dan memaksa diri gue sendiri untuk paham bagaimanapun caranya, HARUS PAHAM. Demi kebaikan gue juga tho.


Pasukan Khatulistiwa muda orangnya ramah-ramah, friendly :) sepertinya gue bakalan betah. Seenggaknya, ini bakalan jadi organisasi gue setelah gue pensiun di OSIS oktober nanti dan menunggu pensiun di FAD tahun depan. 


Selepas maghrib, gue pergi ke tempat yang entah itu berada dimana. Sounds a bit absurd, but it's true. Gue cuma ngikutin petunjuk yang diberikan oleh Ka Diah, tugas gue cuma ngeboncengin beliau, narik gas, dan belokin stang, gue ngga tau kemana gue akan pergi. Gue melewati tempat-tempat yang bikin gue agak sedih, yaitu tempat-tempat yang sedang giat-giatnya melakukan pembangunan, ngga tau gimana jadinya nanti kalau bumi ini dipenuhi gedung-gedung dan tanah tertutupi aspal, penyerapan terbatas dan sedikit orang yang peduli dan menggunakan biopori. Gencar banget bikin bangunan-bangunan berlapis kaca, ozon pun bakalan gencar juga main petak umpetnya dan ogah nongol lagi.


Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya gue sampai juga di suatu tempat yang masih gue ngga tau itu dimana. Bang Reno bilang itu adalah rumah orang yang pernah operasi hati. Wow, keren! Gue makin penasaran. Bang Reno, Ka Diah, dan gue masuk ke dalam rumah itu, pastinya dengan izin yang punya rumah. Gue merasakan suasana yang islami banget, rumahnya rapih, nyaman :) beda banget sama kamar gue yang dipenuhi buku berserakan dan kadang kucing terlihat tidur layaknya ratu diatas kasur gue. Alhamdulillah, belum pernah ada peliharaan gue selain kucing yang pernah nidurin kasur gue. Gue melihara kucing, ayam, burung, dan ikan. Sempet juga kelinci, tapi mati gara-gara kesiram air saat adik gue nyiramin tanaman. Untuk hewan-hewan lainnya seperti ulat, kupu-kupu, semut, kecoa, kelelawar, dan lain-lain, mereka ngga gue angap peliharaan karena gue sendiri juga belum pernah denger ada melihara hewan sejenis gitu dengan serius.


Gue duduk dengan manis di ruang tamu. Samping kanan gue adalah Ka Diah dan samping kiri gue adalah Bang Reno. Ini menandakan bahwa posisi gue adalah di paling pinggir. Hahaha, gue bohong lagi, jelas di tengah. Setelah berbincang-bincang, gue mendapat  beberapa pengetahuan baru. Anak dari tuan rumah yang bernama Ica sempat manggil gue dengan sebutan, "Ka", aw aw aw.. Dia kuliah semester 4 sedangkan gue masih SMA baru naik kelas 12. Seharusnya sih gue udah lulus tahun ini, ya ... karena gue musti belajar agama and stuffs di gontor dan darunnajah setelah lulus dari SMP Negeri di Jakarta, gue mundur setahun. Perempuan berkerudung yang cantik dan berhati baik yang bernama Ica itu ternyata pernah pesantren di Daar el-Qalam, flashback ke awal tahun 2010, gue pernah memenangkan lomba Listenin to Story pada Daar el-Qalam Language Jamboree dan menduduki posisi pertama, lomba tingkat Jawa-Sumatra :) gue meraih itu saat gue masih anak baru di darunnajah 2 dan baru pindah dari Gontor.


Setelah dari rumah yang nan islami itu, gue pergi ke rumah Ka Diah, masih bersama Bang Reno. Disana gue ditawarkan untuk makan malam and i accepted it. Keluarganya Ka Diah baik dan ramah, Mamanya Ka Diah juga kayaknya asik untuk diajak ngobrol :) Umur tidak menentukan kadar keasyikan seseorang untuk diajak mengobrol, haha :) Bang Reno juga kayaknya akrab banget sama keluarga Ka Diah. Setelah beberapa lama mendengarkan bincang-bincang dirumah Ka Diah, akhirnya pulang juga. Dikerenakan gue ngga tau jalan pulang, jadinya gue ngikutin Bang Reno. Dia mengendarai motornya lumayan ngebut juga. Kalau di jalan lurus gue berani yang namanya ngebut, tapi kalau udah ada belokan, gue ngga berani, ngeri. 


Perjalanan pulang kurang lebih memakan waktu 1 jam dan setiap gue kehilangan jejak Bang Reno, gue cari aja pengendara motor yang berhelm unyu, merah hello kitty, itu pasti Bang Reno, jadinya ngga jadi kehilangan jejak. Sebenarnya, gue adalah pengendara motor yang lumayan udah agak baik dan agak taat sama peraturan rambu-rambu lalu lintas. Tapi, dikarenakan pengendara motor yang gue ikuti selalu menerobos lampu merah, gue ikutin aja, dan gue merasa... enak juga ya jadi cepet, hahaha. *PLAKKK*


Gue tiba dirumah pada jam 10 malam, dan langsung mandi. Setelah mandi dan melakukan sedikit kegiatan yang 70% ngga gue sukai (menonton TV) gue langsung ke kamar dan membaca buku yang dipinjemin sama Bang Reno ke gue, Sepatu Dahlan. Sebenernya gue ada 2 buku yang belum gue tamat baca, tentang Hitler dan tentang anjing, tapi gue juga penasaran sama buku "Sepatu Dahlan" ini. Baru selesai Bab 3, gue memutuskan untuk berhenti dan main sama kucing-kucing gue, hingga ke malam berikutnya, gue belum nerusin baca juga.


Gue agak mumet mikirin kegiatan sekolah. Sekolah emang asik, tapi butuh di lebih asikkan lagi. Mikirin MOS untuk adik kelas baru, mikirin barang-barang apa aja yang gue akan perintahkan kepada mereka untuk dibawa dan riasan apa yang paling gokil buat mereka. Setelah itu gue harus mikirin pensi, mikirin bukber, LPJ seminar, LPJ Class Meeting, persiapan LDKS untuk OSIS angkatan selanjutnya, mikirin program English Club yang pembinanya mempercayai gue untuk membawanya lebih oke, mikirin dance club DSD yang udah beberapa minggu gue vakum karena sibuk OSIS, Hustler yang juga agak gue abaikan karena sibuk juga dan yang terpenting mikirin nasib gue sendiri untuk mempertahankan nilai dan mendapatkan beasiswa untuk sekolah di semester 2 dan kuliah. Semester 1 udah aman dapet beasiswa double, tinggal semester 2 dan untuk kuliah. Punya kebanggaan tersendiri aja kalau bisa sekolah dan dapat beasiswa prestasi.


Semoga di Summer Holiday gue kali ini, gue bisa mendapatkan pencerahan hidup dan dapat menjalaninya dengan lebih baik. Amen... Tuhan sayang Wienda.