WIENDA WEIN »

Kamis, 22 Maret 2012

Lembar Baru Bukan yang Pertama

Sering kali kita menghadapi masalah yang berat dan tak jarang kita merasa bahwa kita benar-benar membutuhkan perubahan. tak jarang pula kita keluar dari jalur dan peraturan yang telah kita buat sendiri. saat masalah yang telah dihadapi selesai dan tuntas, kita seringkali mengucapkan, "aku akan membuka lembaran baru", dan saat masalah lain tak bisa di elakkan akan datang silih berganti, sebanyak itu pula kita berfikir untuk membuka lembaran baru lagi.
Tak berarti jika yang tidak pertama itu tidak baik. lembaran-lembaran lama dapat kita gunakan sebagai pelajaran untuk membuka lembar-lembar baru berikutnya. rasa bersalah, rasa malu, rasa merendahkan diri yang berlebihan terkadang muncul saat teringat akan masalah yang telah terselesaikan dan diri kita terkadang mencoba untuk membohongi diri sendiri dan menganggap hal itu tidak pernah terjadi.
Masa lalu tidak bisa dipungkiri, tidak bisa dibenahi, namun masa lalu dapat kita jadikan sebagai pelajaran untuk kita hidup kedepan, untuk menjadi lebih baik. Janganlah pernah ragu, takut, atau malu untuk membuka lembar baru walau lembar baru itu bukan lembar yang pertama. seperti halnya kita membeli 1 buah buku tulis kosong, saat kita menuai kesalahan karena menulis dengan pena, akhirnya kita membuka lembaran baru dan mencoba untuk menulis dengan lebih hati-hati karena kita telah belajar dari lembar sebelumnya, dan ingat, kita masih punya lembar-lembar lainnya. Seperti itu pula lah tuhan memberikan kita kesempatan untuk berubah dan membuka lembar baru.