WIENDA WEIN »

Selasa, 23 Agustus 2011

Hidup di Pesantren

Mungkin kebanyakan orang berfikir bahwa hidup di pondok pesantren merupakan hal yang mudah. Pada nyataanya tidak, Hidup di pesantren merupakan chalenge yang berat, terlebih untuk orang-orang yang sebelumnya belum mengenal agama dan berat untuk menghafal. Di pondok pesantren, kita bisa melatih diri kita untuk menjadi pribadi yang mandiri dan teratur.

Disetiap pesantren umumnya setiap kegiatan ditandai dengan jaros atau yang biasa disebut dengan bel. Waktu tidur malam yang diberikan kurang lebih 5 sampai 6 jam, padahal waktu yang dibituhkan untuk otak istirahat adalah 8 jam perhari. Otak memerlukan istirahat -/+ 8 jam perhari sekalipun orang itu tidak bergerak seharian. Cukupnya istirahat membuat otak cukup kuat untuk menghafal dan berfikir.
Hal yang lumrah bagi santri adalah tidur pada saat jam pelajaran, karena terlalu banyaknya aktivitas dan kurangnya istirahat membuat oksigen yang ada di dalam tubuh dan otak kurang, sehingga menyebabkan kantuk. Terlebih jika pelajaran yang dihadapinya adalah pelajaran yang menurut santri itu sendiri membosankan.
Setiap santri dituntut untuk mengahafal berbagai macam pelajaran, dari agama sampai umum. Juga santri diwajibkan untuk menggunakan Bahasa khas pondok yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Hal itu diadakan bukan untuk merugikan santri, melainkan untuk kebaikan santri itu sendiri.
Telat dan lambat di pondok, akan diberikan hukuman yang sesuai, santri biasa menyebutnya dengan kata ‘iqob” dalam Bahasa Arab atau ‘punishment” dalam Bahasa Inggris. Hal ini lah yang paling ditkautkan oleh kebanyakan santri.
Hidup di pondok bagaikan sebuah perjuangan, perjuangan jiwa dan raga. Banyak orang juga menyebut Pondok pesantren dengan sebutan Penjara Suci, Penjara yang di dalamnya adalah orang-orang yang ingin mendapatkan pengajaran dengan cara yang islami. Orang yang masuk Penjara Suci bukan berarti karena mempunyai kesalahan yang mengakibatkan dimasukan ke Penjara Suci, melainkan orang-orang yang selalu ingin dekat dengan Allah, Orang-orang yang ingin mendalami ilmu umum yang disetarai dengan Ilmu Agama.
Berbanggalah menjadi santri dan menjadi Alumni sebuah pesantren. Kalau difikir lebih dalam, anak lulusan pondok pesantren memiliki nilai Plus yang patut dibanggakan, karena ilmu yang dimilikinya tidak hanya ilmu umum, melainkan ilmu agama juga. Kemampuan berbahasanya pun juga bisa dibanggakan.
Saat menempuh pelajaran di Pesantren terasa sangat berat bahkan membebani, sering muncul perasaan ingin pindah atau keluar ke sekolah Umum. Tapi lihat, saat sudah lulus betapa bangganya menjadi lulusan pondok pesantren, semua pahit yang dirasakan bertahun-tahun di pesantren akan berubah menjadi sangat manis untuk dirasakan. Seperti rasanya telah menang dalam peperarangan. Tapi tidak sampai disitu saja, akan lebih membanggakan lagi jika anak lulusan pondok melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi dan menebarkan ilmu yang telah didapatinya. (ﻮﻋﻨﺪﻫﺎﺮﻴﺎﻨﺎ)

Cintamu, Dia dan Sahabatmu

Terbayangakankah olehmu? Saat kamu mencintai seseorang (namun tidak bisa memiliki) dan kamu selalu berbagi cerita dengan sahabatmu tentang seseorang yang kamu cintai. Terasa seru dan mengasyikan bukan? Kamu merasa bahwa hanya sahabatmu yang bisa mengerti perasaanmu saat itu. Karena kamu tahu bahwa sahabatmu tahu tentang semua kurang lebihmu dan kurang lebih orang yang kamu cintai. Sahabatmu bisa menilai tentang perasaanmu, sedalam apa perasaanmu, itu yang kamu suka. Saat berbagi adalah saat yang indah dan berkesan.
            Setiap ada hal baru tentang orang yang kamu cintai, kamu selalu menceritakannya kepada sahabatmu. Dari hal yang penting sampai yang tidak penting. Sahabatmu selalu mendengarkannya dan kamu yakin sahabatmu bisa tahu seberapa kagumnya kamu terhadap orang yang kamu cintai.
            Hingga pada suatu ketika kamu mengenalkan orang yang kamu cintai kepada sahabatmu. Awalnya orang yang kamu cintai bersikap biasa saja terhadap sahabatmu, namun seiring lamanya pertemanan, orang yang kamu cintai terus semakin dekat dengan sahabatmu. Kamu tidak terlalu menghiraukannya, karena kamu yakin bahwa sahabatmu tahu bagaimana cara menjaga perasaanmu.
            Perlahan, sahabatmu bertingkah aneh terhadapmu. Tak biasanya sahabatmu bertanya-tanya tentang perasaanmu terhadap orang yang kamu cintai. Awalnya kamu merasa biasa saja, tetapi semakin lama semakin aneh. Kamu mulai berfikir bahwa sahabatmu juga mencintai orang yang kamu cintai. Kamu pendam semua rasa itu didalam hatimu, memang menyakitkan, tapi ini dugaan yang terlihat nyata.
            Setiap sahabatmu bertanya tentang perasaanmu terhadap orang yang kamu cintai, kamu menjawab bahwa kamu sudah tidak suka lagi. Sesungguhnya kamu masih mencintainya, tapi kamu tidak mau sahabatmu merasa seperti bersaing, kamu berfikir lebih baik kamu tidak bercerita panjang tentang orang yang kamu cintai lagi, karena menurutmu selagi antara kamu, sahabatmu dan orang yang kamu cintai tidak ada ikatan, itu masih wajar dan tidak akan terlalu menyakitkan hatimu.
            Kamu semakin jarang menghubungi orang yang kamu cintai, kamu sibuk dengan teman-temanmu, sedangkan sahabatmu sibuk dengan orang yang kamu cintai dan orang-orang yang mencintai sahabatmu. Kamu jarang menghubungi orang yang kamu cintai juga karena alasan sibuk dan kamu tidak mau membuat hati sahabatmu hancur jika sahabatmu tahu bahwa kamu masih mencintainya.
            Suatu saat orang yang kamu cintai mengirimkan pesan singkat kepadamu, yang pasti pesan singkat namun berarti. Dia menyartakan bahwa dia dan sahabat kamu kini statusnya berpacaran. Bagaikan dihantamkan ribuan kepalan tangan, kamu merasa sangat sakit hati. Inikah yang dilakukan oleh sahabatmu? Setelah kamu mengulang semua kenangan, kamu sadari bahwa banyak orang yang kamu cintai pada akhirnya berpacaran dengan sahabatmu. Rupa telah menjatuhkanmu, mungkin sahabatmu lebih baik. Kamu terus merendah dan tetap merendah. Kamu anggap ini bukan kesalahanmu, kamu menganggap ini salahmu karena memiliki perasaan lebih terhadap orang yang kamu cintai, seharusnya kamu tidak mencintainya jika pada akhirnya sahabatmu akan berpacaran dengan orang yang kamu cintai.
            Kamu merasa semua yang kamu lakukan selalu salah dan serba salah. Kali ini kamu tidak bisa mengontrol emosimu. Kamu putuskan untuk menghapus nomor handphone orang yang kamu cintai dan kamu memutuskan untuk tidak menghubungi sahabatmu, kamu ingin tidak mengganggu hubungan mereka, kamu merasa sangat tidak pantas untuk dikenal oleh mereka.
            Kamu ingin sekali menangis, tapi menangis untuk apa? Membuang air mata? Sangat sia-sia untuk hal yang seperti ini. Masalah cinta, cinta, cinta, semua omong kosong.
            Akhirnya kamu pergi ke suatu tempat dimana kamu bisa menikmati keindahan alam yang belum tercemar menggunakan sepeda. Ditempat itu kamu merenung. Tempat itu sangat membuatmu tenang karena jauh dari keramaian orang-orang. Kamu membuka inbox di ponselmu dan membaca pesan dari sahabatmu yang berisi tentang permohonan maaf;

“Aku minta maaf, aku terlalu banyak salah sama kamu. Sampai mungkin kesalahan-kesalahanku nggak pantas untuk di maafin sama kamu. Terimakasih, kamu sudah terlalu banyak berbuat baik dan terlalu sabar buat aku. Mungkin kamu memang nggak pantas banget untuk punya temen kayak aku. Tapi karena sifat kamu, kamu mau temenan sama siapa saja. Aku minta maaf banget sama kamu, sebenarnya aku terlalu mudah untuk berbuat salah dan terlalau mudah untuk minta maaf sama kamu. Tapi aku benar-benar tulus banget minta maaf sama kamu. Aku mohon kamu bisa maafin aku, aku sayang sama kamu. Aku selalu maafin kesalahan kamu…”

Langsung terngiang di kepalamu lagu sheila on 7 yang “mudah saja”. Mudah saja untuk melakukan kesalahan dan meminta maaf, sangat mudah. Namun hati kamu juga terlalu mudah mengasihi dan memberi maaf. Namun sayang kamu tak bisa mengucapkannya. Kamu tidak membalas pesan sahabatmu itu, kamu tidak ingin menghubungi sahabatmu untuk sementara waktu.
            Kamu merenung dan tersenyum, ini hanya masalah cinta, ini bodoh. Kalau kamu menang dalam masalah cinta, berarti kamu bodoh. Walau kamu hancur, setidaknya kamu telah memberikan kebahagiaan untuk sahabatmu, kamu telah bebuat baik kepada sahabatmu, memberikan cintamu kepada sahabatmu, dan kamu tidak mau mengucapkan kata “jahat” kepada sahabatmu.
            Memang sifat kamu seperti ini, kamu rela mengalah demi orang yang kamu cintai, kamu takut menyakiti hati orang yang kamu cintai. Kamu berfikir lebih baik kamu yang terluka karena orang lain ketimbang kamu mendapat kebahagiaan diatas kehancuran orang lain. Setidaknya kamu telah belajar lebih dewasa dan berbuat setitik kebaikan yang tak akan pernah kamu lupakan.


*pada akhirnya orang yang kamu cintai tahu bahwa kamu juga mencintainya. Orang yang kamu cintai merasa bersalah dan merasa telah menghancurkan persahabatan antara kamu dan sahabatmu, dia menawarkan diri untuk menyudahi hubungannya dengan sahabatmu. Tetapi aku melarangnya, aku mengamanatinya agar ia menjaga perasaan sahabatmu, jangan sampai menghancurkannya, kamu ingin ia menjaganya selama kamu tidak ada untuk sahabatmu. Kamu merestui hubungannya, sekarang kamu telah menerimanya. Air matamu membasahi pipimu, tenang, ini air mata kebahagiaan. Dan kamu juga mengamanati orang yang kamu cintai agar tetap menjaga perasaan sahabatmu, jangan mengkhianati, jangan melakukan hal bodoh seperti ini…

Dan yang terakhir…
Entah kenapa kamu selalu dinilai buruk oleh orang yang kamu cintai dan orang-orang yang kamu kagumi, kamu mencoba menenangkan diri dan kamu berkata, “kamu belum tahu siapa aku, aku bisa lebih daripada dirimu. Mungkin saja orang yang kamu kagumi tanpa kamu sadari jauh lebih rendah daripadaku. Apa yang kamu banggakan dari kekasihmu? Wajah yang cantik dan hati yang .. entahlah… aku tidak mau memikirkannya, yang jelas aku punya banyak kelebihan diatas kekuranganku”

Untuk sahabatmu, “aku tidak bersedih, setidaknya aku merasa diriku spesial, karena aku telah mengenal orang-orang yang kusukai lebih dulu, walau pada akhirnya kamu yang mendapatkannya, dan kamu yang dianggap spesial oleh mereka. Kamu menyakitiku, aku berterima kash kepadamu, karena sama halnya kamu telah memberikan pelajaran baru untukku”

Hidup untuk saya "Life for Me" (copy+paste from my facebook)

this is my life, this is the real me WIENDA

by Wienda Wein on Wednesday, November 17, 2010 at 9:32pm

Saya rasa, saya adalah seorang perempuan yang kuat dan penuh dengan rasa keingintahuan. Saya merasa tidak pernah takut akan tantangan yang memang benar-benar akan memberi pelajaran untuk hidup saya, tantangan yang membawa saya kedalam hidup yang lebih extreme.
Saya adalah perempuan yang berumur 15 tahun dan akan segera berumur 16 tahun di akhir tahun 2010. namun, bisa jadi pengalaman hidup saya lebih menarik dibandingkan dengan teman sebaya saya maupun dengan orang-orang yang jauh lebih tua dari saya.
Saya tidak suka dengan jalan yang monoton.
Misi saya adalah bergaul dengan semua golongan, apapun golongannya, saya akan mencoba bergaul dengannya, dari kelas bawah, hingga kelas yang tinggi. Saya ingin belajar berdaptasi dengan segala lingkungan dan keadaan.
Seperti halnya, apakah anda mengira saya yang sekarang bersekolah di pesantren (islamic boarding school) berteman dan bergaul dengan pelacur? Menelusuri hidupnya, mencari tahu pada dasar apa sang pelacur rela menjual dirinya dengan murah. Mengenali gerak mereka untuk menanggapi lelaki hidung belang yang haus akan siraman kebahagiaan biologis dari para pelacur tersebut.
Tak hanya pelacur, pengamen, waria, gelandangan, pemabuk, pemakai narkoba, anak jalanan pun saya ingin mengenalnya dan Alhamdulillah Allah memberikan saya kesempatan untuk mengenal mereka, bukan untuk mengikuti jalan hidupnya.
Orang-orang kelas atas seperti orang yang selalu sibuk dengan komputer dan benda-benda elektronik lainnya, orang yang selalu taat beribadah dengan tuhannya, orang yang tidak percaya akan adanya tuhan, aktris, model dan para pendatang dari negeri luar saya pun ingin mengenalnya dan Alhamdulillah Allah memberikan saya kesempatan untuk mengenal mereka, dan belajar cara hidup mereka.
Dasar dari misi saya untuk mengenal semua golongan bukanlah untuk sekedar ikut-ikutan, saya ingin mencari makna atau arti hidup yang sesungguhnya dari pengamatan saya langsung, dari pelajaran memahami cara orang-orang menjalani hidup mereka masing-masing.
Termasuk orang yang diberi cobaan dari Allah SWT akan penyakit berat, dan terimakasih kepada Allah akan cobaan yang Ia berikan kepada saya akan penyakit yang sudah saya derita lebih dari 1 tahun ini, saya tahu ini benar-benar mempengaruhi masa depan saya. Namun saya mencoba untuk memahami maksud baik dari Tuhan akan hal yang Dia berikan kepaada saya.
Hidup di pesantren (islamic boarding school) juga merupakan tantangan untuk saya dalam menghadapi hidup, saat saya sakit banyak orang yang tidak percaya. Hal yang membuat saya tidak bisa bertahan lama di pesantren adalah saya hidup 24 jam di lingkungan yang sama, orang-orang yang sama dan sulitnya untuk berpetualang dengan hidup luar yang biasa saya arungi.
Semua hal ini juga menjadi alasan saya mengapa saya sangat menyukai seni dan sastra, menyukai bahasa inggris karena saya tahu bahwa dengan bahasa inggris saya bisa bergaul dengan siapapun.
Tak jarang saya merasakan tekanan akan orang-orang yang menganggap bahwa apa yang saya lakukan adalah hal yang sangat buruk, menganggap saya akan terbawa dan terpengaruh. Tidak, saya mempunyai pegangan hidup yang cukup kuat, saya ingin membuat arti hidup yang secara universal. Agama saya pun juga membantu saya untuk terus bertahan, namun saya bukanlah orang yang fanatik dalam beragama.
Paradigma setiap orang memang berbeda, jadi setiap kali orang mengkritik saya, saya harus dapat memakluminya. Terkadang orang berkata bahwa saya bekepala batu, keras kepala, saya tidak terlalu mempedulikannya, saya hanya tidak mau berpikiran sempit dan terbawa, saya juga tidak mau hidup didalam peraturan orang lain. Saya membuat peraturan untuk hidup saya sendiri, karena ini hidup saya, milik saya, walau saya tahu tanpa ada orang lain saya tidak akan ada di dunia ini, tanpa ada kedua orang tua saya.
Terimakasih yang sebanyak-banyaknya untuk keluarga saya, sahabat saya, teman-teman saya dan yang spesial untuk Tuhan pemilik alam semesta, Allah, yang telah memilih saya sebagai manusia yang terpilih untuk tumbuh 9 bulan di dalam kandungan Ibu saya, lahir dengan normal dan yang memiliki banyak potensi dan bakat dalam banyak hal. Saya benar-benar bersyukur untuk ini semua, untuk jalan hidup saya.

WiendaWein
Jakarta, Wednesday, November 17th 2010 (eid al-adha (indonesia))

whats love for me ?? (copy+paste from mi facebook)

me myself and love

by Wienda Wein on Tuesday, June 14, 2011 at 2:06am
i dont know how to start this note. its an hour after midnite, nobody up, but me.
i think my life is getting confusing. suddenly i feel like i am loosing grip.
i dont want to talk about love, but love wants to talk about me, so i talk about it.
its really annoying when i love someone and it waste my time a lot. i am too easy to fall in love, and too hard to forget someone that i love.
1st. i love my God
my God is Allah Subhana Wata a`la, the almighty. i never doubt about it. i am a muslim, but i told you, i am not fanatic. i know the rules, but rules is just a rules. i think everything logicaly. i just wanna do my best for myself and all people around me. when people talk something bad about me (about my religion views) i dont really care. its my life.
but when someone  (IF-iza)  call me "kafeer" cuz i dont do the religion rules, i go "i believe in God, i believe God is Exist, i love my God, i love Allah, i am a muslim. dont you judge me when you dont know me at all. i studied it, i think about it. you just follow what you hear. look at urself! are you good enough?" . when i am happy, i remember my god, when i am sad, i remember my god. God is my everthing. i do read al-quran, i do pray.

2nd, i love my family
i`ve been breathing for about 16,5 years. without  my family, i cant survive. they are my everthiing too. i know i am a rebel kid, i dont respect em (its what they say about me), i sleep late, go to school late, come home late, make em angry, make my mama crying, force em to gimme what i want. being honest, i am just jealous with my brothers and sister. they are not smart, never gt any thropy, but my parents always give what they want quickly. my mama said that i am a freak, i am different than the others, yeah, i know it, its true. i think everything logicaly, i am imaginative, but i am not a delusioal. i will striving to get what i want. all i wanted in this life is "HAPPINES", i dont wanna be rich, famous, live in lala land, or something like that. i just wanna be myself, i just wanna be happy, and off course, happy together with my family. they might think that i dont love em, but in fact, i love them so much. i just dont know how to show my love. i often crying in my bed alone. none see me. crying after i did something wrong to my family. i never use rude words in my real life, too easy for me to forgive someone. but still, i am a bad girl.

3rd, i love my friends.
i`ll do anything for my friends, i never wanna hurt em. i dont care if they are bi, gay, homo, poor, rich, ugly, fat, skinny, or blababla, they are still human, they have feelin, and i dont wanna hurt it. they might think that i am arrogant, annoying, chatty, or something, but, in fact, its my attention. i always wanna say sorry at the first place, if i got chance, i`ll take it. i am humble (i dont wanna say that, hhaha). i love being a good listener when my friend need me to be, i`ll keep it safe. when i am about angry, i`ll try my best not to show my anger. its just about my real life.
i am crazy, i love laughing, you can talk to me with any subject, if i dont understand it, i`ll try to understand by asking about it, or pretend i understand, haha. above all, the comfortable. i can be so serious, but i can be so dickhead too, haha. i dont like to talk to my real friends via internet. i have em on facebook, twitter, msn, ym, gmail, but i am just too lazy to talk to em via internet. when they text me, i`ll reply if the text really need an answer.i got more than 20 unanswered text everyday. its not being conceited, they can ring me, or directly meet me.
and for my cyber friends, i try my best to give mycare, i am online 24/7, when i am with my real friends and i got an IM from my cyber friend, i`ll reply it as soon as i can. you never meet me, only on internet we could talk, so i think that`s the best way to respect you. i respect my real friends when they are around me, REAL.

4th, i love someone that i love.
its about heart, mind, and feeling. i cant control it, just come and go, and feel it. i dont care if love my cyber friend or my real friend, its beyond my control. and always, i always pretend that i dont like em and sure i always do something that make em get to think that i am so annoying (beyond my control), i dont want it but it just happen. you may call me a delusional or hyper, but i dont give a shit! look, when a girl obsessed with justin bieber but she never met him in real life, and even never talked to him, she calls me a delusional. see! when i love someone, at least i`ve talk to em :) so, who`s the shitty delusional now? well, dont answer, keep it in your mind. i have a life, so i  ever love someone in my real life. no doubt :) i have more than 17 ex but i am not a player


i love myself cuz i know that myself loves me, i`ll do everything for myself.
dont ever look down on me, nobody`s perfect. and ur not that nobody, haha, so, your not perfect.

oh, its 5 past 2 am.
it takes an hour to write this shitty notes.
thanks for reading.


with love,
wienda wein

Minggu, 21 Agustus 2011

Gue remaja, pacaran bukan kebahagiaan gue.

banyak temen-temen gue, sepantaran gue, mereka sibuk dengan masalah cinta cinta dan cinta. yang menurut gue, hal itu belum berguna banget untuk anak-anak seumuran gue (16 tahun). gue heran kenapa mereka bisa aja bertahan dalam suatau ikatan yang nggak jelas, memadu kasih nggak jelas, bikin ganggu konsentrasi belajar aja. yaaa.. gue emang bukan tipe anak yang selalu taat sama guru dan fokus terus, gue juga jenis anak yang suka main nggak jelas di waktu jam pelajaran.
gue sempet ngerasain punya pacar saat gue di SMA dan rasanya itu ngenganggu banget, gue jadi harus ngebagi waktu untuk hal yang nggak penting dan nggak berguna untuk masa depan gue. saatnya belajar, gue mikirin orang, gue smsan dan gue ngerasa hal itu tuh bukan diri gue banget. saatnya gue ada acara sama temen-temen gue, tuh cowok ngambekan, pake ngancem dia bakalan bunuh diri pula. yaa.. sebenernya sih kalo mau bunuh diri mah bunuh diri aja, tapi karena waktu itu status gue adalah cewenya, jadinya gue sok2an ngelarang dia. padahal sumpah ga penting banget penyebabnya.
punya pacar itu banyak aturan, bikin pikiran itu jadi nggak karuan. ya.. udah banyak orang bilang kalo cinta itu buta, emang .. emang bener, bener banget malah. hal yang nggak wajar aja bisa dianggap wajar sama orang yang lagi kasmaran. mentok-mentoknya pas udah putus nyesel deh. nagat-ngatain, jelek-jelekin. halaaaaaaaaah , BASI!

setiap kali gue pacaran, gue merasa ada sesuatu yang mengganjal. gue merasa ada sesuatu yang harus gue buang. gue merasa ini bukan waktu yang tepat buat gue. semua itu ada waktunya. sekarang adalah waktu gue untuk ngejar cita-cita, mikirin gimana caranya dapet beasiswa kuliah di luar, mikirin gimana biar bisa dapet penghasilan sendiri tanpa ngerepotin orang tua gue.

setiap gue suka sama orang, gue nggak pernah ada rasa untuk milikin orang itu. malahan, kalo sampe tuh orang suka balik sama gue, bisa-bisa gue malah ilang feeling ke orang itu. ya, gue kira ini normal, karena ini bukan waktu gue untuk mikirin hal-hal yang kaya gitu.

dan juga, gue nggak mau ngancurin pertemanan dengan pacaran, apasih pacaran ? nggak lebih dari umnpet-umpetan nafsu. kalo mau nunjukin sayang juga bisa kok ngga sama pacar, bisa sama keluarga, temen, sahabat dan orang-orang yang membutuhkan kasih sayang (positive).

yang jelas, pacaran bukan kebahagiaan gue, untuk diri gue diumur segini. gue masih perlu belajar dan memikirkan hal lain yang jauh lebih berguna daripada PACARAN :)